Diposkan pada Institut Ibu Profesional, Tak Berkategori

Isma Hasanah_NHW#1

Assalaamu’alaikum, Yuhuuuu, ini Nice Home Work (NHW) pertama yang saya dapet dari program Matrikulasi Institut ibu profesional (MIIP) Batch#4. Dag-dig-dug awalnya takut tugasnya itu kaya jaman-jaman kuliah, bejibun dan penuh drama. walau gak begitu sulit kelihatannya, tapi pas di kerjain ya agak muter otak juga sih hehehe, tapi bismillah, ini tugas saya yaa bu ibuuk 😀

*bahasa di tugasnya formal banget. Tumben saya bisa kayak gini hehe* 

===============================================================

NICE HOMEWORK #1

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini adalah

Menjadi orang tua (ibu) yang shaleh.

  1. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Memiliki anak dan menjadi orang tua adalah suatu hal yang amat sangat besar dan berat perjuangan serta tanggung jawabnya. Perjuangan yang bukan hanya sehari dua hari, setahun dua tahun saja tapi perjuangan sepanjang masa dari anak itu lahir hingga ke akhirat nanti. Tanggung jawab yang bukan hanya dihadapan manusia saja, tetapi tanggung jawab dihadapan sang pemilik amanah ini, Allah SWT.

Ketika anak lahir maka secara otomatis kitapun diberikan tugas yang sangat luar biasa khususnya bagi saya sebagai seorang ibu. Menjadi seorang ibu bukan hanya tentang melahirkan, menyusui, dan mensekolahkan anak hingga ke jenjang paling tinggi. Jauh dari semua itu, bagi saya, menjadi seorang ibu artinya menjadi seorang pencetak generasi yang akan meneruskan tongkat estafeta perjuangan kita dimasa yang akan datang. Generasi seperti apa yang akan hadir dimasa depan, adalah tergantung bagaimana seorang ibu mendidik anaknya dimasa sekarang.

Sebuah pepatah mengatakan bahwa “Buah tidak akan jatuh jauh dari pohon nya”, seperti itu pula perangai seorang anak tidak akan jauh dari perangai orang tuanya, terlebih seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anaknya.

Muhammad agus syafii mengatakan, “Cara terbaik untuk mendidik anak adalah lewat kepribadian terbaik dari orang tua. Karena anak akan mencontoh banyak hal dari orang tuanya”

Jika orang tua tidak peduli akan keshalehan dirinya, maka dari mana seorang anak akan mendapatkan contoh, tauladan tentang keshalehan? Karna saya ingin anak-anak saya shaleh dan shalehah, maka saya harus menjadi orang tua (ibu) yang shalehah pula, sungguh anak-anak yang shaleh shalehah adalah investasi akhirat terbesar kita. Karna anak-anak yang shaleh dan shalehah adalah pahala yang tidak akan pernah terputus sampai kapanpun.

“Dari Abu Hurayrah, bahwa Rasulullah bersabda, ‘Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Referensi hadits lain boleh lihat disini yaa buu ibuuuk, takut kepanjangan soalnya hehehe

  1. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Mendidik seorang ibu bukan tentang mendidik seorang perempuan, tetapi sebuah peradaban. Sebuah pepatah arab mengatakan,

Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khoirul ‘Irq” (Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan).

Maka strategi saya dalam menuntut ilmu untuk menjadi orang tua (ibu) yang shaleh adalah dengan selalu menyempatkan diri untuk hadir ke majlis ilmu baik kajian islami secara umum (sebagai usaha untuk terus berproses, menjadikan diri saya shalehah sebagai seorang muslimah) ataupun kajian secara khusus yang berkaitan dengan parenting (sebagai usaha untuk terus berproses, menjadikan diri saya shalehah sebagai seorang ibu), berkumpul dengan orang-orang shaleh, membaca buku, mencari referensi di internet, berdiskusi dengan orang tua, berdiskusi dengan para aktifis parenting, sharing bersama para penuntut ilmu lain, dan meminta bimbingan serta keridhaan suami dalam menuntut ilmu. Karena ridha suami adalah syurganya istri 🙂

“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga”.  (HR Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Imam Tirmidzi).

Dalam hadits yang lain,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Banyak hal baru yang saya pelajari ketika mendapatkan materi tentang adab menuntut ilmu. Saya tersadarkan bahwa ternyata selama ini, banyak sekali hal yang saya lupakan bahkan saya tidak tau tentang adab menuntut ilmu. Maka sejak saat itu bahkan sejak saya ikut serta dalam open house IIP Bandung, saya bertekad kuat (semoga selalu istiqomah) untuk merperbaiki sikap saya dalam proses menuntut ilmu agar senantiasa berubah dan selalu berubah menjadi lebih baik lagi.

Saya mencoba dan akan selalu berusaha untuk melangkah lebih dekat kepada sang pemilik ilmu Allah SWT. Berdoa dengan sungguh-sungguh agar saya diberikan ilmu dan hidayah-Nya dalam proses belajar menjadi ibu shalehah yang ingin menjadikan anak-anak saya shaleh dan shalehah. Senantiasa selalu berusaha untuk bergegas, sebisa mungkin hadir lebih awal dan duduk paling depan ketika menghadiri sebuah majlis ilmu, karna selama ini hal yang menjadi bumerang bagi diri saya sendiri adalah sikap saya yang sering sekali datang terlambat dalam menghadiri sebuah agenda acara. Alhamdulillah pada acara open House IIP 01 Mei 2017 kemarin saya mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang begitu luar biasa, ketika saya datang lebih awal dan mendapatkan hadiah. Bukan hanya tentang hadiah yang saya dapat, tatapi lebih kepada pemicu dan motivasi bagi saya agar bisa on time dalam melaksanakan apapun. Selalu mancatat dalam buku catatan pribadi dan menerbitkannya dalam blog sebagai suatu upaya untuk saya menyimpan dan berbagi ilmu yang saya dapatkan. Karena selama ini saya sering menunda-nunda untuk segera memindahkannya ke dalam blog, alhasil ketika saya sudah berniat menuliskannya, ilmu itu sudah bertebaran entah kemana, hilang begitu saja, alias lupa.

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalan baginya menuju syurga ” HR. Muslim.

Bandung, 17 Mei 2017

Dalam renungan tentang diri ini dengan penuh pengahyatan.

Sang penuntut ilmu.

===============================================================

Disela-sela ngasuh dan mengerjakan tugas negara a.k.a rumah tangga, alhamdulillah saya bisa menyelesaikan NHW#1 ini hihi, semoga bermanfaat yaa buat temen-temen pembaca khususnya bagi saya, semoga selalu menjadi self reminder serta pemicu untuk selalu bersemangat menuntut ilmu juga mengamalkannya, karena ilmu tanpa amal, bagai pohon tanpa buahnya 😀

Aqullu Qoulii Hadza Astaghfirullaha Lii Wa Lakum, Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

-Umma Nay-

Iklan

Penulis:

Inilah aku dengan segala yang ada pada diriku :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s